Minggu, 04 Oktober 2015

CARA MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI



MAKALAH TENTANG
‘MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI’



DISUSUN OLEH
METHA ERZHA CHAIRANI
2KB05
2015/2016






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Statistika merupakan suatu ilmu yang mempelajari tata cara pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, analisis data, dan pengambilan keputusan berdasarkan data.
Statistik merupakan karakteristik yang diukur  dari sampel. Karakteristik di sini berupa rata-rata, varians atau standart deviasi, proporsi. Misal  : rata-rata usia penduduk di Surabaya, Malang dan Gresik
Istilah statistik berasal dari bahasa latin “status” yang artinya suatu negara. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan kenegaraan, misalnya data mengenai penduduk, data mengenai penghasilan dan sebagainya, yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi.
Secara kebahasaan, statistik berarti catatan angka-angka (bilangan); perangkaan; data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan, ditabulasi, dikelompokkan, sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah, gejala atau peristiwa (depdikbud, 1994).
Menurut Sutrisno Hadi (1995) Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angka-angka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.
Statistika beda halnya dengan statistik, statistika yang dalam bahasa Inggris “statistics” (ilmu statistik), ilmu tentang cara-cara mengumpulkan, mentabulasi dan menggolongkan, menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka.
Statistika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa bilangan-bilangan atau angka, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan atau keputusan tertentu.
Selain itu, Statistika juga merupakan cabang ilmu matematika terapan yang terdiri dari teori dan metoda mengenai bagaimana cara mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasi, menghitung, menjelaskan, mensintesis, menganalisis, dan menafsirkan data yang diperoleh secara sistematis.
Sedangkan dalam dunia pendidikan, statistika membahas tentang prinsip-prinsip, metode, dan prosedur yang digunakan sebagai cara pengumpulan, menganalisa serta menginterpretasikan sekumpulan data yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Lebih jauh, statistika dalam Pendidikan Luar Biasa dapat diartikan sebagai penggunaan (aplikasi) prinsip-prinsip, dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa problema-problema PLB.
Juga dari sisi lain, Statistika dalam psikologi dimaknai sebagai penggunaan (aplikasi) prinsip-prinsip, dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa problema-problema bidang psikologi.

1.2  Rumusan Masalah
·         Bagaimana Cara membuat tabel Distribusi Frekuensi?
·         Bagaimana Tahap penyusunan tabel Distribusi Frekuensi?
·         Bagaimana Cara menghitung Frekuensi Kelas, Frekuensi Relatif, dan Frekuensi Kumulatif?

1.3  Tujuan
·         Mengetahui manfaat Distribusi Frekuensi
·         Mengetahui tahap penyusunan tabel Distribusi frekuensi









BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Distribusi Frekuensi
            Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Sebuah distribusi frekuensi akan memiliki bagian-bagian yang akan dipakai dalam membuat sebuah daftar distribusi frekuensi. Bagian-bagian tersebut akan dijelaskan sebagai berikut
  • Kelas-kelas (class) adalah kelompok nilai data atau variable dari suatu data acak. 
  • Batas kelas (class limits) adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lain. Batas kelas merupakan batas semu dari setiap kelas, karena di antara kelas yang satu dengan kelas yang lain masih terdapat lubang tempat angka-angka tertentu. Terdapat dua batas kelas untuk data-data yang telah diurutkan, yaitu: batas kelas bawah (lower class limits) dan batas kelas atas (upper class limits).
  • Tepi kelas disebut juga batas nyata kelas, yaitu batas kelas yang tidak memiliki lubang untuk angka tertentu antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Terdapat dua tepi kelas yang berbeda dalam pengertiannya dari data, yaitu: tepi bawah kelas dan tepi atas kelas. 
  • Titik tengah kelas atau tanda kelas adalah angka atau nilai data yang tepat terletak di tengah suatu kelas. Titik tengah kelas merupakan nilai yang mewakili kelasnya dalam data. Titik tengah kelas = ½ (batas atas + batas bawah) kelas. 
  • Interval kelas adalah selang yang memisahkan kelas yang satu dengan kelas yang lain. 
  • Panjang interval kelas atau luas kelas adalah jarak antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas. 
  • Frekuensi kelas adalah banyaknya data yang termasuk ke dalam kelas tertentu dari data acak.
2.2 Jenis- Jenis Distribusi Frekuensi
            Distribusi frekuensi memiliki jenis-jenis yang berbeda untuk setiap kriterianya. Berdasarkan kriteria tersebut, distribusi frekuensi dapat dibedakan tiga jenis (Hasan, 2001):
·         Distribusi frekuensi biasa: Distribusi frekuensi yang berisikan jumlah frekuensi dari setiap kelompok data. Distribusi frekuensi ada dua jenis yaitu distribusi frekuensi numerik dan distribusi frekuensi peristiwa atau kategori.
·         Distribusi frekuensi relative: Distribusi frekuensi yang berisikan nilai-nilai hasil bagi antara frekuensi kelas dan jumlah pengamatan. Distribusi frekuensi relatif menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas interval, distribusi frekuensi relatif pada suatu kelas didapatkan dengan cara membagi frekuensi dengan total data yang ada dari pengamatan atau observasi.
·         Distribusi frekuensi kumulatif: Distribusi frekuensi yang berisikan frekuensi kumulatif (frekuensi yang dijumlahkan). Distribusi frekuensi kumulatif memiliki kurva yang disebut ogif. Ada dua macam distribusi frekuensi kumulatif yaitu distribusi frekuensi kumulatih kurang dari dan distribusi frekuensi lebih dari.
2.3 Penyusunan Distribusi Frekuensi
            Penyusunan suatu distribusi frekuensi perlu dilakukan tahapan penyusunan data. Pertama melakukan pengurutan data-data terlebih dahulu sesuai urutan besarnya nilai yang ada pada data, selanjutnya diakukan tahapan berikut ini
  1. Menentukan jangkauan (range) dari data. Jangkauan = data terbesar – data terkecil. 
  2. Menentukan banyaknya kelas (k). Banyaknya kelas ditentukan dengan rumus sturgess K = 1 + 3.3 log n; k (Keterangan: k = banyaknya kelas, n = banyaknya data)
  3. Menentukan panjang interval kelas. Panjang interval kelas (i) = Jumlah Kelas (k)/ Jangkauan (R) 
  4. Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya. 
  5. Menuliskan frekuensi kelas didalam kolom turus atau tally (sistem turus) sesuai banyaknya data.
2.4 Membuat Tabel Distribusi Frekuensi
            Untuk memahami cara membuat tabel distribusi frekuensi simak kumpulan data berat badan 2KB05 dibawah ini:
42, 42, 45, 45, 47, 47, 48, 48,48, 49
50, 50, 52, 52, 52, 53, 53, 55, 55, 55
57, 57, 57, 58, 58, 58, 59, 59, 59, 60
63, 65, 65, 68, 68, 69, 69, 70, 70, 72
72, 73, 74, 74, 75
Lalu kita melakukan tahap- tahap penyusunan tabel distribusi frekuensi

Cara mencari Range:

Menentukan banyak kelas (k):
N: 45


Menentukan Panjang kelas:




Maka, kita mengambil data kelas pertama 42-46, kelas kedua 47-51, kelas ketiga 52-56, kelas keempat 57-61, kelas kelima 62-66, kelas keenam 67-71, kelas ketujuh 72-76 karna data yang dimiliki paling tinggi 75 maka kelas hanya sampain kelas ketujuh.
Menentukan frekuensi kelas dalam turus:

 

 Menentukan Frekuensi Kelas lebih ringkas:
Nilai Interval
Frekuensi
42-46
4
47-51
8
52-56
8
57-61
10
62-66
3
67-71
6
72-76
6

jumlah

45
Tabel 1.2

Selanjutnya kita dapat mencari tepi bawah dan tepi bawah kelas yang dapat digunakan untuk membuat daftar frekuensi selanjutnya: 


Nilai Interval
Frekuensi
Tepi bawah
Tepi atas
42-46
4
41.5
46.5
47-51
8
46.5
51.5
52-56
8
51.5
56.5
57-61
10
56.5
61.5
62-66
3
61.5
66.5
67-71
6
66.5
71.5
72-76
6
71.5
76.5

jumlah

45


Tabel 1.3


 


Selanjutnya kita membuat Frekuensi Kumulatif, distribusi frekuensi kumulatif dikenal dengan dua macam yaitu:
·         Distribusi Frekuensi Kumulatif Negatif (lebih dari)
Distribusi frekuensi kumulatif negatif adalah jumlah frekuensi semua nilai lebih dari atau sama dengan tepi bawah pada tiap kelas

·         Distribusi Frekuensi Kumulatif Positif(kurang dari)
Distribusi frekuensi kumulatif positif adalah jumlah frekuensi semua nilai kurang dari atau sama dengan tepi atas pada tiap kelas
  

 





BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Kata statistika berbeda dengan statistik, statistik untuk dinyatakan data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan, ditabulasi, dikelompokkan, sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah, gejala atau peristiwa. Sedangkan statistika data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan, ditabulasi, dikelompokkan, sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah, gejala atau peristiwa
            Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi frekuensi memiliki 3 jenis jenis  yaitu, frekuensi biasa atau kelas, frekuensi relatrif, dan frekuensi kumulatif.

3.2 Saran
            Dalam mengerjakan tabel distribusi frekuensi ini harus teliti, mengikuti langkah langkah yang tertera agar kita tidak salah dalam pengerjaannya dan jangan lupa kita juga harus memahami semua langkahnya







Daftar pustaka
Hasan, M. Iqbal. 2001. Pokok-pokok Materi Statistik I (Statistik Deskriptif), Bumi Aksara. Jakarta.
Bungin, Burhan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. Jakarta. Prenada Media Group.
Hadi, S. 1995. Statistik 1, 2, 3, Yogyakarta. Andi Offset
Nazir, Mohamad. 1983. Metode Penelitian. Jakarta. Ghalia Indonesia.
Sudjana. 1992. Metoda Statistika (Edisi ke 5). Bandung: Tarsito
Sugiyono. 2003. Statistika untuk Penelitian, Bandung. Alfabeta
Susetyo, Budi. 2010. Statistika Untuk Analisis Data Penelitian. Bandung. PT. Refika Aditama.
Walpole, R.E. 1992. Pengantar Statistika. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.



Senin, 25 Mei 2015

MAKALAH SISTEM KOMPUTER



MAKALAH UNTUK SOFTSKILL
TENTANG
“SISTEM KOMPUTER”






DISUSUN OLEH
METHA ERZHA CHAIRANI
1KB04
26114604




  



SISTEM KOMPUTER
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015




KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia tentang “Sistem Komputer” 
Adapun makalah Bahasa Indonesia tentang “Sistem Komputer” ini telah saya usahakan semaksimal mungkin yang telah saya ambil dari berbagai sumber, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. 
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah Bahasa Indonesia tentang “Sistem Komputer” ini dapat memberikan banyak informasi, pengetahuan, dan wawasan yang lebih luas untuk kita semua
Namun demikian kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca akan diterima dengan penuh ucapan terima kasih demi lebih baiknya karya tulis ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.



                       
                                                                                                            Depok, 25 Mei 2015
                                                                                                                        Penulis





                                                                                               












DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ………………………………………………………....................……………  ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………..………...................……………  iii


BAB I PENDAHULUAN ………………....................………………………………………………....1
1.1  Latar Belakang …………..………..................…………………………...………….……………...1
1.2  Rumusan Masalah ……………………..................…………………………………………..…......1
1.3  Tujuan ……………………………..................……………………………………………………..1

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………….....................2
2.1 Pengertian Sistem Komputer ……………………………………..…………….................................2
2.2 Komponen- Komponen Sistem Komputer ……………………………………………......................2
2.3 Manfaat Sistem Komputer ………………………………………………………..............................5

BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………….....................8
3.1 Kesimpulan ……………………………………………………...…………………….....................8
3.2 Saran ………………………………………………………………………………….....................8

           

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………......................iv




Jumat, 24 April 2015

Artikel Perkembangan Teknologi Informasi



Artikel Perkembangan Teknologi Informasi
            Perkembangan Teknologi Informasi – Perkembangan teknologi telah berkembang sangat pesat hingga sekarang. Dulunya banyak daerah-daerah terpencil yang tidak terjamah oleh teknologi, kini dapat merasakan juga teknologi informasi yang beredar saat ini. Kini kita dapat menikmati teknologi informasi dimana saja yang kita mau.
            Teknologi Informasi sebenarnya sudah hadir sejak dahulu. Dulu manusia menciptakan teknologi karena dorongan akan hidup lebih baik. Sehingga mendorong manusia untuk membuat sebuah teknologi yang dapat membantu mereka dalam hal pekerjaan. Sehingga munculnya teknologi hingga sekarang.
            Saat ini Teknologi informasi masih berkembang pesat di segala aspek kehidupan. Dari yang sederhana, hingga yang mutakhir. Di berbagai negara maju dan berkembang, hadir teknologi-teknologi baru yang dapat membantu kita dalam hal perkerjaan.
Perkembangan Teknologi Informasi Saat Ini
            Dulu manusia telah mengenal yang namanya teknologi. Namun tentunya teknologi dahulu jauh berbeda dengan teknologi yang saat ini. Contohnya saja mesin tik, dulunya mesin ini digunakan orang-orang untuk membuat dokumen. Namun karena adanya teknologi, sehingga memaksa mesin tik untuk menyudahi jamannya dan digantikan dengan adanya komputer yang lebih efisien.
            Selain itu, dulunya manusia pernah mengkonsep sebuah ide atau imajinasi. Namun karena kurangnya teknologi yang ada pada jaman itu, akhirnya konsep itu tak terlaksana. Contohnya saja, pada jaman dahulu manusia membuat konsep agar orang yang berada di tempat yang berjauhan, dapat merapatkan sesuatu atau bertemu. Namun karena dulunya tidak ada Teknologi yang seperti itu, maka hingga dia meninggal, konsep tersebut belum terlaksana. Namun karena jaman sekarang sudah ada teknologi yang seperti itu, sehingga sekarang ada teknologi yang menyerupai konsep tersebut.
            Dapat disimpulkan bahwa Perkembangan teknologi informasi pada saat ini maju sangat pesat dari abad ke 19, menuju abad ke 20. Dapat diprediksikan bahwa abad ke 21 akan mempunyai perkembangan teknologi yang lebih mutakhir yang akan lebih bermanfaat bagi manusia.
Dampak Perkembangan Teknologi Informasi
            Dengan hadirnya perkembangan Teknologi Informasi ini, tentunya semua faktor memiliki dampak positif dan negatif yang bisa berdampak dalam kehidupan kita. Kemajuan teknologi televisi, Handphone, internet dapat berdampak sangat besar bagi kehidupan kita.


Dampak Positif Perkembangan Teknologi Informasi
1.      Dapat Menjangkau Lebih Jauh Dengan adanya internet, kita dapat menjangkau lebih jauh di semua belahan dunia. Contohnya saja kita berjualan, kita dapat menjangkau seluruh Indonesia, atau bahkan mancanegara untuk memperjualbelikan produk kita.
2.      Menemukan Lebih Cepat Dalam dunia pendidikan tentunya kita tidak dapat hanya mengandalkan guru saja. Oleh karena itu, kita dapat memanfaatkan internet untuk mencari hal apapun yang berhubungan dengan pendidikan. Selain itu, pengajar juga dapat menerapkan konsep belajar yang kreatif dan atraktif.
Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Informasi
1.      Mudahnya Akses Pornografi Tidak dapat dipungkiri, dengan bebasnya akses internet sekarang. Dapat memudahkan terjadinya pornografi. Seperti akses video porno, jual beli film porno, hingga terjadinya aksi porno. Ini yang masih menjadi PR pemerintah untuk menghentikan pornografi ini.
2.      Menjadikan Malas Adalah satu dampak yang paling besar dalam dunia pendidikan adalah menjadikan pelajar malas untuk mengerjakan tugas. Karena dengan adanya internet, pelajar akan dimanjakan dengan komputer. Pelajar akan lebih senang di depan komputer, daripada mengerjakan tugas mereka.






Sabtu, 28 Maret 2015

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI



KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI

Pada saat ini dunia industri dan bisnis memerlukan informasi yang tepat, cepat dan relevan. Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan tentunya harus menggunakan sistem informasi. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

Menurut Mc leod
“Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi“
Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan
Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :
· harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat
· harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan / pengambilan keputusan
· harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan
· harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan.
Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
· Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai
· Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan
· Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi
· Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi.

Sabtu, 03 Januari 2015

KESAN PESAN SEBELUM MASUK PERGURUAN TINGGI



KESAN PESAN SEBELUM MASUK PERGURUAN TINGGI

Selamat datang lagi di blog gua, kemaren bahas tentang dance cover sekarang gua bakalan bahas tentang kesan- kesan masuk universitas gunadarma
Jadi awal pertama banget gua bingung gunadarma itu dimana, karna gunadarma itu banyak gedungnya terutama yg di depok secara gua anak Bogor dan gatau apa apa tentang Depok, awal banget gua fikir ada ospek ternyata di UG gaada ospek, adanya PPSPPT disitu Cuma perkenalan tentang kampus doang setelah PPSPPT pertama kuliah disitu gua dapet kelas yang cewenya Cuma 4 orang mungkin karna jurusan Sistem Komputer kali yah, dengan laki laki yang banyak mau gamau gua harus beradaptasi banget sama mereka, baru berapa bulan gua kuliah temen- temen gua ngadain acara 1 kelas ke puncak dan disitu gua kaget baru sekitar 2 bulan udah ngadain acara aja dan akhirnya gua beradaptasi dengan cepat, kalo tentang dosennya baik dan seru, untungnya gua dapet dosen yang kaya gitu jadi ke kampus pun ga males, waktu pas UTS pun enak karna soalnya dibuat sama dosen yang ngajarin gua jadi soalnya beda tipis sama soal kuis tapi gaenaknya kita baru UTS kampus- kampus yang lain udah UAS heheh nikmatin ajalah yah, kalo soal senior mahasiswa UG itu banyaknya minta ampun kampusnya aja dimana mana jadi ga perlu takut sama senior karna cuek cuek banget dan dijamin lu gaakan ketemu senior yang sama kalo di kampus hehehe
Mungkin itu kali yah kesan- kesan gua masuk Universitas Gunadarma yang tercinta, bagi yang masih bingung mau masuk kampus mana mending masuk Universitas Gunadarma aja hehe